<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <!-- hanimaulisya_main_Blog1_1x1_as --> <ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-client="ca-pub-8462904462266240" data-ad-slot="1837331217" data-ad-format="auto"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>

What's Wrong With ?



Tulisan ini mungkin termasuk tulisan bodoh yang berhasil aku tulis dan nekad aku publikasikan. Hahaha... aku harus mengawalinya dengan tawa. Karena aku pikir itu yang akan membuat feel nya jadi sedikit santai.

Perasaan manusia memang gampang berubah ya, tadi juga di tempat kerja begitu obrolannya. Kata mereka, cewek itu gampang buat berubah. Misal : kalau ada cewek baru putus, cewek itu pasti galau abis. Tapi sebelum mantan pacarnya menemukan alasan kenapa bisa putus, biasanya seorang cewek udah punya pengganti cowok itu. Menurut aku sih, itu nasib laki-lakinya, salah sendiri nggak kerja cepat. :v hehe...

Tapi menurut mereka itu karena ceweknya, dan kata mereka rata-rata cewek emang begitu. Emang bilang sebagian besar, tapi begitu aku unjuk bendera belain minoritas eh malah diserang balik. Tetep aja kalahkan, namanya cewek.

Tapi... dari pembicaraan tadi aku jadi buka buku lama tentang diri sendiri.
Ahh.. males kalau udah gini, bawaannya bahas ini melulu.

Dibilang perempuan mudah berubah, nggak juga. Jangan selalu lihat siapa yang ada disisinya sekarang, coba teropong siapa yang masih disembunyikan disudut hatinya. kenapa harus diteropong ? kalian tidak percaya ?

Aku ini perempuan, dan aku berusaha menyembunyikan perasaan, sampai saat ini mungkin hanya sedikit orang yang tahu sesuatu yang sebenarnya. Bahkan bisa jadi hanya aku dan seseorang yang berkaitan. Ketika banyak orang mengatakan A, B, C, dan D tentang aku, hati dan jiwa ku mengatakan Z, kadang begitu.

Aku tidak kuat kalau harus mengatakan yang sebenarnya, mereka pasti akan kena serangan jantung. hahaha :D
Tak semua manusia bisa ditebak, apalagi perkara hati yang cepat berubah.

Tapi jujur kalau dibilang perempuan itu tidak setia, tidak semua perempuan begitu. Pada saatnya kami akan jadi teman kalian yang setia, mata kami akan tertutup untuk yang lain. Kami hanya akan menemani kalian, menjaga dan merawat keluarga kalian. begitu ? iyakan.

setia pada orang yang salah akan terasa menyakitkan, apalagi jika sebenarnya kita sudah tahu kalau ini tidak memberi kebahagiaan. Pada akhirnya manusia akan saling berpisah. Tapi soal putus ? siapa hayo yang nyuruh pacaran ?...

Tuhan Semesta Alam sudah memberi jalan terbaik, memang kelihatan pedih, bukan kelihatan lagi malah tapi memang rasanya sakit dan perih. Malam minggu dirumah, kelihatan nggak laku, apa-apa nggak ada yang nemenin, nggak ada nyemangatin sholat, *loh ?... lah iya, sekarang pacar bisa jadi alarm sholat. Nggak papalah dari pada nggak sholat. Single itu kayak gitu nasibnya, harus tahan kalau liat temen di apelin pacar sedang kita diem dirumah sambil nyusun rencana gimana kalau ditanya "mana pacar kamu ?".

Ngomongin soal aturan Tuhan, ngomongin soal iman. Iman mah naik turun, kadang yakin kalau nggak mau pacaran, kadang bayangin kalau si dia nembak masak iya mau ditolak, kesempatankan ?...

Tapi kalau dipikir lagi, Jodoh pasti bertemu. Dan kalau emang dia serius harusnya dia nggak geli dan takut dong kalau disuruh nunggu halal. Katanya cinta ?, ah masa gitu aja nyerah.

padahalkan kalau dapat yang segel mereka sendiri yang seneng dan merasa spesial, tapi kenapa pada mau pacaran ? duh, mungkin itu godaan. Kembali soal iman ya... Iman itu soal keyakinan, sempet mikir nggak sih ?, iya Fatimah bisa menahan perasaannya terhadap Ali bin Abi Thalib, toh Sayyidah Fatimah kan putri Rosulullah, mana ada yang mau membiarkan putri Rosulullah hidup sendirian, yang ada mereka akan saling memperebutkan Sayyidah Fatimah. Panteslah kalau beliau memilih menjaga diri. Sedangkan kita ? diera modern seperti ini. Dimana nggak cuma laki-laki yang nyari pendamping, perempuan juga berebut cari jodoh. Putus langsung cari yang lain. Kecuali yang patah hati berat.

Banyak yang beranggapan, nggak pacaran entar susahloh jodohnya. terus ada lagi, Ta'aruf itu buat anak pesantren, anaknya kyai, anaknya habib, anaknya ulama besar, kamu mah anak orang biasa masyarakat biasa, bukan presiden, pejabat atau pak direktur, kamu cuma anak bapak, iya anak bapak kamu.

Pedes banget sih, emang salah ya ketika kita mau menjaga diri ?, sekarang gini. Penah nggak Allah SWT ngecewain kita ?, perhatikan setiap kesedihan yang kita dapat, darimana sumbernya kalau bukan dari kesalahan kita sendiri. Alhamdulillah, Allah SWT Maha Baik, walaupun itu mirip azab tapi masih lebih dianggap cobaan, pelajaran buat kita suapaya nggak mengulangi kesalahan. Tapi emang susah sih nggak ngulangin kesalahan, tapi ya berusaha dan berdo'a. Mohon penjagaan. Gimana ? udah nemu kecewanya ?, mau bikin perhitungan sama Tuhan ? yakin ?...

Aturan yang dibuat udah ajeg dan perfecto, justru dengan aturan super ketat dan begitu indah, Allah SWT kasih kesempatan kita para anak gadis dari orang biasa-biasa aja supaya bisa ngerasain jadi seorang putri yang hanya bisa dipilih oleh orang yang benar-benar mau memilih. Jika setiap orang diciptakan berpasang-pasangan kenapa harus takut ?...

Menjaga diri nggak harus sombong dan sok nolak sana-sini kok, jelasin aja baik-baik niat kalian. Kalau mereka orang baik harusnya mereka ngerti aturan dari Tuhan mereka. Tenang Allah SWT yang jamin...

Tapi kan nggak yakin cantik, emas dicari walaupun susah karena berharga. Tapi wanita, kalau rupanya jelek dan dijaga apa itu tidak menghambat datangnya jodoh ?...

Orang yang benar akan tahu bahwa rupa bukan jaminan kebahagiaan, sikap dan perangai kita yang membuat wanita terlihat cantik. Bukankah begitu banyak wanita cantik yang laki-laki jahat saja ji**k melihat mereka ?. Ahh sudahlah jangan mencari keburukan orang lain, maaf. Padahal aku juga masih tergolong orang yang mudah goyah dan nyasar-nyasar. Back to Orang yang benar. Pada akhirnya kita akan tahu bahwa rupa dan harta tidak punya nilai apa-apa dimata Allah SWT, kecuali rupa yang dijaga kesuciannya, tersenyum dengan ramah untuk menjaga tali silaturahim dan harta yang digunakan dijalan yang benar. Maka itu yang baik, dan sayangnya kesempatan itu tak hanya dimiliki manusia berwajah indah. Kita semua punya kesempatan menjadi orang yang baik. Jadi jangan minder, Allah SWT tidak akan menyia-nyiakan sekecil apapun perjuangan hambaNya, tidak speerti pacar kita yang mungkin akan mengatakan 'segitu saja perjuanganmu ?'...

masih mau perhitungan, coba tanya pada orang-orang yang menurut kalian adalah orang paling beruntung, dekati mereka sampai mereka bisa tenang dan  nyaman mengungkapkan isi hatinya mereka. dan Inilah... kalian akan tahu setiap manusia punya cobaannya masing-masing, yang cantik yang kaya yang alim yang keren yang kurang , semuanya sama, sama-sama punya kelebihan dan kekurangan...

Jadi apa salahnya menjaga diri ?
:)

Barakkallah,  taqabbalallahu minna wa minkum
*mohon koreksi dan krisarnya kawan
Terimakasih sudah membaca
Previous
Next Post »

Adsense