Salam Rindu dari Tanah Ephemera
semoga kesedihanmu karena melihat ku terobati saat engkau melihat mereka.
Saat aku menuliskan ini, aku merasa lebih baik. walaupun tak sebaik terakhir kali aku bertemu.
Teruntuk ruh yang dirindukan ruh-ku, teruntuk hati yang dirintihkan hatiku, dia memanggilmu...
Salam satu jari dari balik ruang jeruji, aku masih belum bisa mengejarmu yang ratusan tahun lebih dulu.
Maaf, karena sakit-ku hatimu ikut terluka. Andai kata aku tak dengar kata orang engkau pemaaf, aku pasti sudah lenyap dari alam ini.
Detik ini aku masih dibuih gelap, katanya aku belum boleh keluar, penyakitku akan menghancurkan semuanya.
Apakah semuanya itu termasuk dirimu ?...
Aku baik disini, tapi aku tak tahu pasti aku menunggu sembuh atau menunggu mati.
Aku ingin janji kepadamu, aku pasti segera sembuh dan kita bisa bermain lagi, aku bisa ikut berjuang dibelakangmu lagi, aku bisa bertemu denganmu lagi.
Tapi aku sadar, janji itu tidak akan benar. Karena saat inipun aku hanya mampu menulis sebaris surat yang entah akan engkau balas atau tidak.
Aku yakin engkau membacanya, akan sampai ditumpukan surat kerinduan yang selalu engkau terima setiap detik setiap waktunya.
Aku merasa lebih baik sekarang, walaupun terkadang... aku lupa obat apa yang akan aku ambil kalau paranoid ku kembali mengguncang akal sehat dan hati ini lagi. Seperti beberapa waktu lalu, aku menghancurkan kaca nya. Satu-satunya kaca diruang ini, jalan melihat keluar. Sekarang jendela itu ditutup kayu, aku tidak bisa melihat keluar lagi.Aku benar-benar menyesal, tapi jendela itu pasti tak akan kembali seperti semula.
Aku ingin engkau tahu, aku pun lelah berada disini. Maafkan aku, selama aku belum sembuh mungkin aku akan terus melukaimu...
Aku mohon, katakan padaNya aku ingin sembuh dulu sebelum ajal menjelang...
Biarkan ku buktikan aku benar-benar mencintaimu...
Walau apapun kejahatan yang aku lakukan padamu, walau kata-kata sekotor apapun yang aku siramkan dihadapanmu...
Nyawaku akan koma setelahnya, beginilah penyakit ini perlahan membunuhku...
Sebelum aku mati, izinkan aku membuktikan sampai engkau percaya...
'Aku MencintaiMu.... "
Sign up here with your email

EmoticonEmoticon