<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <!-- hanimaulisya_main_Blog1_1x1_as --> <ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-client="ca-pub-8462904462266240" data-ad-slot="1837331217" data-ad-format="auto"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>

Aku ingin, aku bilang pada Ibu

Saat usiaku 5 tahun, aku bilang pada Ibu
"Bu, aku ingin masuk ke Tivi ! aku ingin bermain dengan Donald !", lalu suatu hari Ibu membelikanku Boneka Donald yang ukurannya lebih tinggi dari aku.
Saat usiaku 10 tahun, aku bilang pada Ibu
"Bu, aku ingin naik Bus besar ! aku ingin pergi piknik !", lalu suatu hari Ibu memberiku uang untuk mengikuti study wisata dari sekolah. dan aku naik Bus besar !!

Saat usiaku 15 tahun , aku bilang pada Ibu
"Bu, aku ingin jadi animator, sekolah di Jepang atau mungkin pergi kesana !", untuk pertama kalinya Ibu bilang "Belajar Nak, Berjuang itu lebih menentukan daripada merangkai angan-angan"
Saat aku lulus SMP, aku membuat perjanjian dengan Ibu
"Bu, kalau aku diterima di SMK itu ! aku minta dibelikan laptop ya !!"
Lalu penantian ku terjawab, aku diterima dan ibu membelikan aku mesin itu.
Suatu hari aku menemukan diriku bukan lagi seorang animator, aku adalah penulis.
"Bu, aku ingin menulis sebuah buku, entah tentang apa ?" lalu ibu hanya diam, "Bu, apa kau yakin aku bisa ?" lalu Ibu menjawab
"Tentu saja Nak, bersungguh-sungguhlah"
Ditengah masa peralihan, aku merasa sulit belajar. Lalu dengan alasan konyol aku bilang pada Ibu
"Bu, aku ingin meja belajar. Biar belajarku lebih mudah"
Beberapi minggu kemudian, Ibu membelikan aku meja belajar. Tiga bulan aku rajin belajar. Lalu sisanya ?
Saat kelas Dua SMK, aku berkeliling dan tak menemukan air jernih di lingkunganku. aku katakan pada Ibu.
"Bu, apa yang harus diciptakan agar air disini kembali jernih ? apa aku buat mesin penjernih saja ! pasti keren" Lalu ibu bilang
"Belum saatnya Nak, belajar dulu"
suatu hari aku dengar ada proyek dari PDAM, syukurlah. proyek itu mendahului ku, tak apa...
Saat usiaku 17 Tahun, aku bilang pada Ibu
"Bu, aku ingin jadi psikolog. Aku ingin kenali seluruh manusia"
Lalu Ibu bilang, "Berdo'a Nak, dan jangan suka mengeluh"
Suatu hari ada orang datang dan bertanya padaku,
"Mau jadi psikolog ? kerjanya ngapain ?"
Aku tertegun dan merenung untuk beberapa saat. Lalu aku menemukan, sekolah ku bukan untuk bekerja. jadi apapun Tuhan pasti sudah menyiapkan.
Tahun baru 2015, aku berangan lagi
"Bu, Indonesia adalah negeri yang subur, kenapa harus dibangun teknologi se ekstrim ini. Ini pengrusakan Bu !"
Lalu ibu bilang, "Nak, mereka menginginkan negeri ini untuk maju"
Saat aku mendapati sawah yang begitu luas, lalu aku berpikir tentang bersahajanya menjadi seorang petani.
"Mungkin aku bisa menanam, tidak boleh impor !"
Lalu aku menemukan air dihalamanku mulai payau.
Saat usiaku mendekati 18 tahun, aku mulai berpikir...
Kenapa belum satu hal pun aku dapat ?
-_-
17 tahun lamanya terperangkap dalam angan-angan, dan ternyata belum ada cita-cita ku untuk membahagiakan mereka :'(
Previous
Next Post »

Adsense