<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <!-- hanimaulisya_main_Blog1_1x1_as --> <ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-client="ca-pub-8462904462266240" data-ad-slot="1837331217" data-ad-format="auto"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>

Jika Suatu Hari

Jika suatu hari engkau terluka karena mencintai seseorang, tak tahu sejak kapan dan bagaimana hatimu mulai tertarik. Tak mengerti kenapa banyak hal membuatmu mengingatnya tapi tak mengatakannya.

Jika suatu hari nafasmu sesak karena menangis terisak mengingat jalan cerita antara engkau dan orang yang kau cintai. Bagaimana engkau sanggup tersenyum bahkan tertawa dengan alur perjalanan kalian, yang kadang begitu manis dan kadang begitu pahit.

Jika suatu hari jantungmu menderu menyaksikan kenyataan yang membawamu terbang tinggi lalu menjatuhkanmu seperti kapas terbuang,  melayang-layang, terombang-ambing, tapi... tetap jatuh.

Jika suatu hari engkau menemukan orang yang kau cintai mulai mencurigakan, seakan dia memperhatikanmu, menolongmu, berkorban untukmu, tunggu ! mungkin kau salah. Selesaikan cerita ini.

Jika suatu hari engkau mendapati dia peduli padamu, membuatmu semangat dan kembali berdiri tegap, jangan terburu-buru... ingat, kau belum terjatuh.

Jika suatu hari....
Suatu hari engkau menemukan orang engkau cintai, yang menurutmu mulai membawa mu berjalan menapak dengan tenang tanpa takut dia meninggalkanmu walau tanpa ikatan, memandangnya teduh dalam kedamaian.
Jika kelak engkau menemukannya jatuh cinta pada orang lain ?, saat kau percaya bahwa kalian akan bertemu dan saling menjaga suatu hari. Tapi...
Tapi cita-citamu terhapus, asap membawanya membumbung tinggi dan memudar.
Jika suatu hari engkau kecewa padanya, tapi tak satupun hak kau miliki untuk menyalahkannya.
Berceritalah padaku, biar aku membaginya padamu. Bagaimana pedihnya dan bagaimana cara agar kau tetap tegar.
Jangan pernah membencinya, karena kau mencintainya dengan tulus. Jangan pula merasa tertipu, karena dia tak pernah menipumu. Ia jujur dengan sikapnya yang begitu merdu, hanya kau terlalu mengalun mengikuti irama sampai terlelap.
Hapus, jangan menangis lagi. Ikutilah kebahagiaannya...
Seperti dahulu aku mengikuti kebahagianmu...
Tuhan menitipkan kebahagiannya pada orang lain hari ini, berarti mempersilahkanmu mempersiapkan segala hal yang akan membahagiakan orang yang kau cinta dimasa depan.
Jangan pernah menganggap keadaan ini sangat buruk, bahkan ini terlalu baik.
Jika saat itu makanmu tak enak, kau malas bekerja, atau tak khusyuk berdo’a.
Dengarkan aku, jaga hati mu yang baik itu.

Karena aku pun menganggap engkau tak pantas menerima karma yang menyesakkan ini, ini bukan hal yang harus kau sesali. Dia adalah orang yang dihadirkan Tuhan untuk membuatmu mengerti penjelasan kenapa aku berusaha menganggap tak pernah ada satu kejadianpun antara kita, tapi kau harus tau jua...
Dahulu aku tetap lahap menyantap makanan sederhana itu walau apapun rasanya saat tiba diantara jantung dan lambung, karena aku tahu kau baik dan kau tak pernah pergi sebab kau juga tak pernah datang. Tak ada yang perlu aku tangisi bukan ? karena bayanganmu tetap menjadi teman setiaku. 

Dulu aku tetap berusaha bekerja, karena teman ku itu memberitahuku bahwa aku tak boleh lengah  dan melemah. Kenyataan bukan alasan kenapa aku harus turut nelangsa tanpa bersikap. Dia bilang bekerja dengan baik akan membuatku dipertemukan dengan orang yang lebih baik dari sikapmu padaku.
Dan...

Dulu juga dia yang menuntunku berdo’a agar tak ada lagi rintih dan keluh untuk kisah seperti ku, sampai aku tahu bahwa tak ada kata sesempurna do’a karena tak sepatahpun kau tahu. Karena dulu aku hanya mampu menulisnya, dan dia yang membacanya. Dan kau tahu apa kata bayanganmu ?

Selama ini, aku mampu bersenang-senang, bahagia, dan merasa ditemani tanpa dirimu, aku tersadar bahwa kau tak pernah singgah disini, kau tak pernah duduk sebentar dan minum kopi bersamaku. Betapa kuatnya aku dulu, hanya karena percaya semuanya bik-baik saja aku tetap berdiri diatas jembatan harapan yang sebenarnya tidak ada.

Begitupun engkau, bukankah bayang-bayangnya cukup setia ? kau berdiri tanpanya sudah berapa lama ? dari awal ? kasihan.... kalau begitu tetaplah tegar. Karena karma ini bukan untuk kau rasakan, hanya jalan untuk aku berani bilang

Yang kuat, sayang
:)


'RIP Love- part'Secret Letter''
Haha :D

Previous
Next Post »

Adsense