Menunggu Jawaban (Luntang-lantung)
Hai ! hai hai hai ! :D malam ini entah kenapa heboh aja ini hati. walaupun campur cemas-cemas malas. Dimalam jum'at yang istimewa ini, gimana kabar kalian ? Baik ? nganggur ? haha kesian...
Damai, mungkin banyak hal yang buat malam jum'at ini jadi istimewa, yang pertama malam ini adalah malam jum'at terakhir dari bulan Rajab, yang kedua malam ini pasti yang ngerasa nggak bisa ngerjain UN kena insomnia, yang ketiga ! buat kalian yang merasa bisa ngerjain UN akan berkhayal yang indah-indah sebelum tidur, yang ke empat ! malam ini aku bisa ngespam di blog.. ^_^
Besok pengumuman ya kawan ? nggak usah panik. hasil yang akan diumumin besok bukan segalanya untuk hidup kalian, yang akan dapat nilai bagus stay cool dan jangan ngefly dulu, segalanya belum berakhir... itu anugrah dari Tuhan Yang Maha Berkehendak dan kepercayaan yang Dia berikan untuk kamu semua, jadi manfaatkan ! dan beri manfaat untuk orang-orang disekitarmu... Jangan kecewakan dunia dengan hasil itu, :) Bergembiralah...
Buat yang cemas bayangin nilai jelek, Tos dulu ! -_- Kita bukannya nggak pinter kok, cuma nggak bisa ngerjain soal mata pelajaran aja, dibalik ke ANTI MAINSTREAMnya ijazah kita tersimpan rahasia skill dan keahlian yang Allah SWT kasih.. Tapi bukan berarti semua sikap menyepelekan kita nggak perlu disesali, sial juga itu namanya !... Cukup prihatin dan tanam tekad dalam-dalam untuk tidak terlalu berduka cita, Move On itu penting ! UN biar berlalu, jangan takut bawa hasil mu untuk lanjut pendidikan atau kerja, tunjukan skill. Tunjukan kalau ijazah bukan satu-satunya portal kepandaian seseorang.
Judulnya menunggu jawaban, aneh kalau isinya kayak pidato Om Mario...
Maurer :D
Ini tulisan buat ngejelasin gimana hidup luntang-lantung, contoh kisah nggak karuan nan membingungkan.
Jadi semenjak UN terselesaikan, aku udah jarang nengokin sekolah. boro-boro sungkem sama guru, sama saudara-saudara sendiri aja udah ngerasa nggak bisa kumpul lagi. Tapi hidup harus berlanjut kan ? oka... Bulan April aku habiskan hanya dirumah, sabil menunggu hasil SNMPTN dan SPAN-PTKIN, semua rencana kegiatan nggak berhasil terwujud dengan rapi, tapi masih untung sedikit-sedikit bisa terwujudkan...
Bulan Mei datang, pengumuman SNMPTN, aku janji nggak akan nyesel kalau ketrima... dan ternyata emang bener, kebahagiaan berpihak ke sosok dibalik blog ini,,,
lewat sebuah alamat website, mereka minta maaf ke aku. Nggak apa-apa. sebagai orang baik aku harus maafin mereka. Mungkin aku terlalu sempurna buat mereka :')
yang lagi baru, SPAN-PTKIN.. yang ini beda lagi, setelah nunggu muter-muternya lama. Mereka ngasih ucapan selamat. Alhamdulillah...
Bukannya kurang syukur, tapi kayaknya emang aku ini nggak tau diri. Aku ketrima tapidi prodi pilihan kedua, dan itu menyesakkan. Kaget aja !
Dulu sebelum daftar, ada beberapa orang yang emang nggak ngedukung aku masuk jurusan BKI, bahkan ada yang bilang "jurusan nggak laku", tapi disisi lain aku ngerasa seneng aja dengan sejenis Bimbingan konseling, psikologi, psikoterapi, atau psiko-psiko lainnya. Mungkin satu alasan kalau sekolah bukan hanya untuk cari kerja, yang terpenting adalah cari ilmu biar manfaat dunia akhirat, jadi aku tetep pilih BKI. yang prodi kedua aku pilih tafsir, kenapa ? Mungkin tafsir itu keren, bisa tau segala hal. Banyak yang bilang dan emang faktanya Al-Qur'an dan hadist itu punya banyak rahasia, dan pengetahuan untuk setiap orang yang membaca dan memahaminya. aku lupa satu kelebihan yang aku miliki, yaitu gampang move on ! kan gawat ! Masa iya hari ini hafalan satu hadist besoknya lupa. sayangnya kelebihan itu nggak berlaku dalam situasi tertentu, #nggak usah diomongin ^_^ ...
jadi kurang tertarik sama dunia tafsir, mungkin aku bisa baca-baca hasil tafsiran pada ahli tapi kalau untuk memikirkan sendiri rasanya itu sulit dengan pemikiran yang rada- setengah ini. Untuk sementara belum ada keinginan untuk daftar ulang prodi itu, rencana sekarang adalah ikut seleksi UM-PTKIN dan tetep bidik jurusan BKI. whatever kata orang, semoga yang akan aku lakukan ini bukan bentuk pembrontakan terhadap apa yang Allah SWT tentukan, semoga ini bentuk ketidak pantang menyerahan ku... Dan semoga kegagalan ini akan nelusup ke hati dan bikin aku menghargai setiap terjal yang nanti pasti aku alami... Baik kalau jadi di jurusan itu, atau kalau kerja...
Hai ! hai hai hai ! :D malam ini entah kenapa heboh aja ini hati. walaupun campur cemas-cemas malas. Dimalam jum'at yang istimewa ini, gimana kabar kalian ? Baik ? nganggur ? haha kesian...
Damai, mungkin banyak hal yang buat malam jum'at ini jadi istimewa, yang pertama malam ini adalah malam jum'at terakhir dari bulan Rajab, yang kedua malam ini pasti yang ngerasa nggak bisa ngerjain UN kena insomnia, yang ketiga ! buat kalian yang merasa bisa ngerjain UN akan berkhayal yang indah-indah sebelum tidur, yang ke empat ! malam ini aku bisa ngespam di blog.. ^_^
Besok pengumuman ya kawan ? nggak usah panik. hasil yang akan diumumin besok bukan segalanya untuk hidup kalian, yang akan dapat nilai bagus stay cool dan jangan ngefly dulu, segalanya belum berakhir... itu anugrah dari Tuhan Yang Maha Berkehendak dan kepercayaan yang Dia berikan untuk kamu semua, jadi manfaatkan ! dan beri manfaat untuk orang-orang disekitarmu... Jangan kecewakan dunia dengan hasil itu, :) Bergembiralah...
Buat yang cemas bayangin nilai jelek, Tos dulu ! -_- Kita bukannya nggak pinter kok, cuma nggak bisa ngerjain soal mata pelajaran aja, dibalik ke ANTI MAINSTREAMnya ijazah kita tersimpan rahasia skill dan keahlian yang Allah SWT kasih.. Tapi bukan berarti semua sikap menyepelekan kita nggak perlu disesali, sial juga itu namanya !... Cukup prihatin dan tanam tekad dalam-dalam untuk tidak terlalu berduka cita, Move On itu penting ! UN biar berlalu, jangan takut bawa hasil mu untuk lanjut pendidikan atau kerja, tunjukan skill. Tunjukan kalau ijazah bukan satu-satunya portal kepandaian seseorang.
Judulnya menunggu jawaban, aneh kalau isinya kayak pidato Om Mario...
Maurer :D
Ini tulisan buat ngejelasin gimana hidup luntang-lantung, contoh kisah nggak karuan nan membingungkan.
Jadi semenjak UN terselesaikan, aku udah jarang nengokin sekolah. boro-boro sungkem sama guru, sama saudara-saudara sendiri aja udah ngerasa nggak bisa kumpul lagi. Tapi hidup harus berlanjut kan ? oka... Bulan April aku habiskan hanya dirumah, sabil menunggu hasil SNMPTN dan SPAN-PTKIN, semua rencana kegiatan nggak berhasil terwujud dengan rapi, tapi masih untung sedikit-sedikit bisa terwujudkan...
Bulan Mei datang, pengumuman SNMPTN, aku janji nggak akan nyesel kalau ketrima... dan ternyata emang bener, kebahagiaan berpihak ke sosok dibalik blog ini,,,
lewat sebuah alamat website, mereka minta maaf ke aku. Nggak apa-apa. sebagai orang baik aku harus maafin mereka. Mungkin aku terlalu sempurna buat mereka :')
yang lagi baru, SPAN-PTKIN.. yang ini beda lagi, setelah nunggu muter-muternya lama. Mereka ngasih ucapan selamat. Alhamdulillah...
Bukannya kurang syukur, tapi kayaknya emang aku ini nggak tau diri. Aku ketrima tapidi prodi pilihan kedua, dan itu menyesakkan. Kaget aja !
Dulu sebelum daftar, ada beberapa orang yang emang nggak ngedukung aku masuk jurusan BKI, bahkan ada yang bilang "jurusan nggak laku", tapi disisi lain aku ngerasa seneng aja dengan sejenis Bimbingan konseling, psikologi, psikoterapi, atau psiko-psiko lainnya. Mungkin satu alasan kalau sekolah bukan hanya untuk cari kerja, yang terpenting adalah cari ilmu biar manfaat dunia akhirat, jadi aku tetep pilih BKI. yang prodi kedua aku pilih tafsir, kenapa ? Mungkin tafsir itu keren, bisa tau segala hal. Banyak yang bilang dan emang faktanya Al-Qur'an dan hadist itu punya banyak rahasia, dan pengetahuan untuk setiap orang yang membaca dan memahaminya. aku lupa satu kelebihan yang aku miliki, yaitu gampang move on ! kan gawat ! Masa iya hari ini hafalan satu hadist besoknya lupa. sayangnya kelebihan itu nggak berlaku dalam situasi tertentu, #nggak usah diomongin ^_^ ...
jadi kurang tertarik sama dunia tafsir, mungkin aku bisa baca-baca hasil tafsiran pada ahli tapi kalau untuk memikirkan sendiri rasanya itu sulit dengan pemikiran yang rada- setengah ini. Untuk sementara belum ada keinginan untuk daftar ulang prodi itu, rencana sekarang adalah ikut seleksi UM-PTKIN dan tetep bidik jurusan BKI. whatever kata orang, semoga yang akan aku lakukan ini bukan bentuk pembrontakan terhadap apa yang Allah SWT tentukan, semoga ini bentuk ketidak pantang menyerahan ku... Dan semoga kegagalan ini akan nelusup ke hati dan bikin aku menghargai setiap terjal yang nanti pasti aku alami... Baik kalau jadi di jurusan itu, atau kalau kerja...
Saat menulis tulisan ini aku masih menunggu panggilan dari DISKOMINFO Pekalongan, bukan pamer justru ini bentuk ke-pikirannya aku. Dibenak saat ini bukan tentang peluang tapi tentang saingan. Aku baru lulusan SMK sedangkan untuk bekerja kedinasan seperti nya diutamakan yang sudah punya titel, itu yang aku pikirkan. Setidaknya aku sudah mencoba, walaupun tampak lucu. Lagipula aku butuh belajar jauh lebih banyak lebih giat dan lebih padat lagi untuk penguasaan php dan mysql. Tapi...
sebenernya jauh sebelum hari ini, aku pernah ngomong sama diri sendiri untuk berhenti kerja atau sekolah di jurusan komputer, memang semua keberhasilan harus ada pengorbanan tapi rada berat aja kalau harus kejam sama mata sendiri. pengennya mata ini sembuh dari rabun jauh. Dan selanjutnya, aku juga pernah menjauhkan hati dari yang namanya pegawai negeri, tapi entahlah tentang masa depan...
Curhat ya ? iye bener. :D Kalau keterima itu suatu anugrah, kalau nggak keterima itu juga anugrah...
Sambil nunggu lanjutan soal lamaran kerja, aku dirumah aja. ngerjain sesuatu yang memang harus dikerjain yang ini juga nggak kalah capeknya dari kerja. Kalian gimana ? nganggur ? apa sibuk juga ? :) yakin, pasti kalian juga cari-cari kegiatan.. bagus !
walaupun kata orang kita pengangguran status kita baru akan ditentukan besok sore... Pengangguran itu orang yang pongo tiap hari dan ngerjain sesuatu buat kesenangan hidup sesaat, kalau kita ngelakuin sesuatu yang manfaat namanya kita bekerja, entah bekerja untuk dapat uang atau kerja untuk dapat keridhoan Tuhan.
Dan itulah ketidak jelasan kegiatan dan kehidupan ku setelah keluar dari lab KKPI 1, belum bisa nentukan mau kuliah tau kerja, belum jelas statusnya siswa,mahasiswa, karyawan, pegawai atau seorang wiraswasta... yang disandang setiap hari adalah pertanyaan mau apa ? mau jadi siapa ? mau berbuat apa ?... ada yang masih bingung mau ngapain ?
Minta petunjuk gaes, sambil cari sampah yang tercecer terus cemplungin ke tong sampah :)
semoga hidup kalian berkah :)
Thanks udah baca sampah ku ya, :D
Sign up here with your email
EmoticonEmoticon