Malam telah membenamkan mentari, hujan berhenti secara perlahan atas hembusan angin. Kisah terjadi dalam suatu masa, pada saat matahari bersinar dengan teduhnya. Awan tercipta dengan perjalanan yang begitu panjang, tiada peduli pungguk merindukan rembulan. Dan jarum pada jam matahari bergeser sesekali hilang. Bayangannya enyah dari pandangan apabila awan terlalu tebal.
Bagaimanapun senja akan kembali pada bintang-bintang, ia masih akan bercerita dengan kegelapan, bersahabat dengan lelapnya manusia melepas letih raga dan jiwa mereka.Apa yang engkau benci dari malam ? sedangkan ia menemanimu meski engkau tak pernah peduli padanya. Bagaimana engkau hanya memuja bintang padahal kegelapan memberimu kesempatan melihat keindahan angkasa dan bentangan permadani Sang Pencipta. Kenapa apabila hujan hatimu menjadi sedih dan mengingat kembali kenangan mengharukan yang tidak akan pernah terjadi lagi seperti hujan yang akan kembali menjadi hujan. Padahal ia memberimu harapan melihat keelokan pelangi.Setelah malam, setelah hujan, matahari akan menyambutmu...
Itu yang mereka bilang pagi dan hari yang cerah, ayo lihat kembali ke langit.
Temukan bintang-bintang yang tadi malam menemani tidurmu, sampaikan salam rindu pada bulan, rasakanlah lagi kesegaran hujan yang masih ada di hatimu.
Hai, hari ini ia telah pergi... jauh sebelum engkau menyadarinya.
Tapi malam juga telah berganti, hujan telah berhenti, laramu telah habis menetes semalam saat hujan turun mengiringi air matamu. Hari ini kamu bebas untuk bahagia...
Tentang bintang-bintang, engkau masih akan melihatnya, tentang rembulan matahari masih akan memberikan sinarnya, tentang hujan ia masih akan menyapamu, tapi mereka datang agar engkau mengingat akan adanya hari baru.
Sekarang untukmu teman, engkau adalah sahabat baikmu. Cintai dia...
Bintang selalu melihatmu dari sisi yang tak pernah kau lihat, rembulan akan kembali kau jumpai meski saat ini dia sedang menepati janji pada temannya yang lain.
Tulis lagi, jangan putus asa...
Langit adalah saksi sejarah, dan mereka tahu bahwa terkadang harus ada kegelapan agar engkau bisa merasakan nikmatnya terang. Ia juga tahu bahwa ketika kita kehilangan seseorang mungkin ia masih ada namun tak nampak seperti bintang-bintang di siang hari yang bahagia. Ia pun memberimu petuah tentang harapan, bahwa hujan tak akan mampu turun sepanjang waktu, ia tetap akan berhenti suatu saat dan memberimu selembar biru dan mega yang memancarkan cahaya seperti berhias kristal, dan jika kau beruntung maka engkau akan mendapatkan pelangi. Ia mengajarimu suatu hal yang kecil, tentang bintang-bintang yang engkau lihat di malamnya ? mereka yang berkelip tidaklah seperti butiran pasir, mereka adalah planet dan asteroid, batu angkasa yang besar bahkan lebih besar dari bumi, tanah tempatmu berpijak, bahwa apapun yang besar terkadang lebih indah saat yang dilihat sebagai sesuatu yang sederhana, dan akan menggumkan jika dilihat begitu dekat, namun hanya orang-orang hebat yang mampu melihat sesuatu yang mengagumkan itu...
Dalam diamnya, langit telah menjadi perantara Tuhan menjawab pertanyaanmu...Carilah... Maka engkau akan menemukannya...
Sign up here with your email
EmoticonEmoticon