Mereka sedang heboh mempersiapkan gerhana esok hari, dan malam ini kami sedang mencari sesuatu dibalik peristiwa yang akan kami saksikan besok.
Jika saja matahari itu adalah tentang urusan akhirat kita, bulan itu tentang urusan dunia kita, siang adalah ruh kita, malam adalah raga kita, dan bumi adalah diri ini.
Diri yang butuh ruh dan raga untuk jadi manusia yang hidup, lalu untuk menjadikan siang bergitu terang hingga bisa kita sebut siang maka kita butuh matahari dan agar
malam menjadi indah dan tidak menyedihkan maka bolehlah kita lihat indahnya rembulan.
Artinya untuk membuat ruh hidup dan terang maka kita mengusahakan urusan akhirat, melaksanakan kewajiban sebagai seorang hamba kepada TuhanNya, dan untuk membuat raga
ini sehat tidak lemah dan beribadah dengan baik (agar kita rasakan malam yang baik hingga esok saat siang tiba) kita boleh mengusahakan urusan dunia kita, kerjakan sesuatu dengan sungguh sungguh.
Ingat kembali pelajaran SD dulu, Bu Guru bilang bulan tidak memancarkan cahayanya sendiri, ia memantulkan cahaya matahari. Jadi meskipun bulan ada dan mengitari bumi
tapi bila ia tak dapat cahaya dari matahari maka ia tak akan terlihat, mungkin kita tak tahu bagaimana rupa purnama. Kita akan sulit mengakui bahwa malam tak benar-benar melelahkan, malam itu indah dan bercahaya.
Lalu jika saja matahari redup sinarnya, maka apa yang akan membuat kita menyadari bahwa Allah SWT telah memberikan bulan yang cukup untuk malam kita, bahwa harta benda
yang kita miliki cukup untuk menjadi modal kita mempersiapkan fajar pagi.
Coba perhatikan lagi, apa yang sebenarnya kita cari ?...
Teman, kita tidak pernah mengitari bulan, tapi bumi mengitari matahari. :')
Bulan mengikuti kita terus menerus sampai Allah SWT mencukupkan usia kita, sedang yang harus kita kelilingi adalah matahari, ya... Yang harus kita perjuangkan dengan
serius adalah kewajiban kita kepadaNya, tugas kita menghamba padaNya. :) Entah bagaimana semua itu direncanakan, tapi lihat semua itu disusun begitu cantik dan
bermakna.
Jika kita enggan mengitari matahari, maka kita tidak akan pernah mendapatkan siang dan malam yang sempurna.
Tentang posisi rembulan, bumi, dan matahari...
Tahukah bagaimana purnama terjadi ?, bagaimana dunia dapat kita lihat sinar keindahannya, hingga kita bisa bersyukur dengan ikhlas dan tulus atas dunia yang kita raih,
sebarapapun ukurannya dalam sudut pandang kita. Allah SWT mengatur sedemikian rupa hingga cahaya dari matahari yang bersinar terang memantul kearah bulan dengan
sempurna, kenapa ? karena tidak ada penghalang antara keduanya, bumi tak menghalang-halangi keduanya, hingga sinar matahari benar-benar memancar sempurna ke arah bulan
lalu dipantulkan kembali seolah memberi tahu bahwa ragamu InsyaAllah sehat, terurus dengan baik , rezeki mu barakah dan bersyukurlah... Kenapa bukan tentang harta
benda, uang atau gelang kalung mungkin ? .. Hmm... karena itu hanya bagian dari rembulan, sedangkan tanpa bisa kita hitung rezeki yang kita butuhkan di dunia ini untuk
melanjutkan hidup lebihd dari kalung uang dan harta benda namun selalu kita terima dengan adil. ukurannya selalu sama antara orang satu dengan orang yang lain, namun
cara pandang yang membedakan kita saat berhitung dengan pemberian Allah SWT, meskipun sebenarnya kita tak akan sanggup memperhitungkan hal-hal itu.
Sama halnya dengan bagaimana bulan menjadi sabit, cahaya yang diterimanya dari matahari tidak sesempurna purnama, maka yang berhasil kita lihat dari malam hari hanya
goresan seindah sabit. Tetapi... tetaplah bersyukur, menyingkirlah dari tempatmu kini, jangan halang-halangi antara cahaya matahari dan bulan karena sebenarnya mereka
berhubungan.
Apabila gerhana bulan ? bagaimana... Bulan terlihat tanpa pancaran cahayanya, hidup terasa susah dan apa yang Tuhan beri seperti sudah lenyap begitu saja (rasanya),
gerhana bulan terjadi karena kita membatasi keduanya, menjadi penghalang antara mereka, seolah bulan ya bulan dan matahari ya matahari. dan kita tidak mau
mempertemukan keduanya, padahal untuk melihat keberadaan bulan kita benar-benar butuh matahari, butuh iman untuk dapat merasakan nikmat yang telah Tuhan berikan.
Sebentar... bagaimana dengan besok teman-teman ? bagaimana matahari bisa kelihatan gelap padahal ia sedang bersinar terang sangat terang... ruh kita sedang disinari
matahari... kenapa bisa gelap seperti itu ?
bagaimana gerhana matahari bisa terjadi ?, karena rembulan menghalang-halangi sinarnya untuk sampai ke bumi ?... ya mungkin seperti itu penjelasan saat sekolah dulu.
Itu tentang bagaimana kita di kuasai oleh hasrat duniawi, mata hati kita tertutup.Bukankah matahari tak pernah lenyap ? ia juga tak pernah meredupkan sinarnya ?... ya
karena hubungan kita kepada Allah SWT tak pernah benar-benar terputus, bagaimana mau terputus , setiap detik kita nikmati Ke MahaanNya. Tapi ketika kita berfokus hanya
pada dunia maka bulan yang tidak membawa cahaya itu akan menutupi matahari, apa kita berhasil melihat cahaya bulan ? tidak, kami rasa bulan hari itu nampak tanpa
cahaya, bagaimana dengan cahaya matahari ? terlihat hanya sedikit, ya mungkin karena bagaimana kita menutupinya cahaya itu tak pernah benar-benar mati. ia dibiarkan
menyala agar suatu saat kita menyadari bahwa bulan mengambil alih siang hari yang terang. menyebabkan siang mu tak terwujud, ruh seperti kehilangan dirinya.
Hahaha... menulis sepanjang ini, mungkin intinya adalah
Kita harus menempatkan urusan akhirat kita, kita laksakan dengan baik tanpa membalakanginya, menempatkan dunia sesuai tempatnya, tidak menghalang-halangi antara
keduanya, karena nyatanya bulan juga butuh matahari, jadi biarkan cahaya matahari menyentuh bulan dan membawa kabar gembira untuk malam demi siang yang hidup dan
semangat.
Bagaimana jika mereka tidak mau menghiraukan bulan ? mereka berfokus pada matahari ?... bukan masalah, karena Allah SWT tidak akan mengurangi bulan sama sekali bukan
?. Tapi mereka yang telah terpesona dengan matahari yang mereka perhatikan hanya siang, malam adalah sarana mereka mendekati Sang Maha Penyayang, mereka tak butuh
cahaya bulan yang terang itu hanya untuk mensyukuri malam. Mereka hanya ingin matahari tak pernah gerhana, mereka tak akan biarkan bulan menutupi matahari mereka.
Meskipun malam itu kurang bercahaya, sakit mereka tak pernah mereka rasakan. itu tak akan pernah jadi alasan untuk tidak membuat cahaya matahari semakin terang.
Perhatikan meskipun sedikit uang mereka, sakit-sakitan raga mereka, tapi cahaya matahari selalu tampak terang, mereka memiliki siang yang indah yang tidak gerhana...
:D :D
Kalau kita tidak mau memperhatikan cahaya matahari dan hanya perhatian dengan rembulan, tapi tidak mau tahu tentang matahari ? .. Pikir sendiri ya... :D :D
Teman-teman, sepertinya aku tidak pernah memikirkan hal ini, tapi dari rentetan paragraf diatas jadi mikir juga. ditambah saat aku menyadari bagaimana bulan yang kecil bisa menutupi dengan pas pas dan pas banget matahari
yang gedenya MasyaAllah. Coba bagaimana kita dulu praktek menentukan titik fokus mata dengan gambar pada jarak dan benda2 tertentu, ahh taulah fisika -_- nggak ngerti.
dan setelah lihat perpotongan garis2 luar lingkaran2nya antara matahari, bulan, bumi *maaf kalau salah, saya bukan ahli matematika. It's amazing !! :D :D :v
kalau dari sudut pandang kita itu bukan tanpa perencanaan, itu sebuah karya cipta yang mengagumkan. :D
Oh iya teman-teman, perumpamaan ini bukan karena ada yang hal jelek dan buruk tetapi hanya perumpamaan untuk diambil positifnya saja. Bagaimanapun kita harus tetep ingat kalau semua yang Allah SWT ciptakan pasti ada manfaatnya ada positifnya... oka ? :D
Dan cobalah cari filosofinya lagi... :D ^_^ setelah itu kasih saya biar saya posting disini ^O^ hehehe...
Sebenarnya ini hanya untuk catatan sendiri, supaya suatu saat ada masalah bisa baca-baca dan semangat membara lagi :D :V
semoga bermanfaat, Barakallah, Mohon maaf untuk semuanya, tinggalkan pesan... :)
Sign up here with your email


EmoticonEmoticon