Maaf, terkadang aku memaksa kalian memahami aku. Mengerti tentang maksudku.
Aku lupa bahwa mata kalian ada dua, mata hati kalian satu dan tak terlihat juga tak melihat selayaknya mata lahir kalian. Seperti aku.
Aku selalu merasa tertekan bila tak ada satupun yang mengerti bahwa jiwa ini ingin bicara, ingin memberontak, tapi drama yang terjadi pada kehidupan kalian yang mengajariku bahwa tak selayaknya aku menyerah.
Maaf, terkadang aku berburuk sangka. Selalu bermuka dua.
Apa kalian bagian dari nikmat yang Tuhan berikan ?
Hmmm. Rasanya iya. Kehadiran kalian telah bermakna besar untuk perubahan hidupku.
Meskipun terkadang aku ingin berteriak dan bertanya pada langit mengapa malaikat-malaikat itu tak mampu mengerti. Tapi langit menjawabnya, malaikat itu sebenarnya ada di jiwaku. Kalian adalah bagiannya saja. Dan malaikat yang sebenarnya ditugaskan Tuhan untuk menunjukan hal itu kepadaku, untuk menjagaku dari kekalahan, menguatkan aku dari kemenangan, dan melindungi aku dari kebahagiaan yang fatal.
Kadang aku belajar dari loncatan kalian, dari lari kalian, dari derap langkah kalian, dari tawa dan tangis kalian, dari apa yang keluar dari kembang suara kalian, dan dari apa yang selalu kalian kerjakan.
Tuhan terlalu baik karena Dia telah memberikan aku hal yang tak sempurna. Agar aku berusaha mencari kesempurnaan itu, meskipun sampai aku mati Kesempurnaan hanya milikNya. Dan agar aku dekat denganNya. J
Teman, apa yang kalian lihat bukanlah yang sebenarnya. Yang sebenarnya terjadi adalah apa yang kalian rasakan dengan perasaan yang dalam. Aku tak pernah tahu bagaimana menyikapi kebahagiaan, karena aku tak pernah merasa kebahagiaan itu bertahan lama, beru saja aku ingin belajar tentang hal itu rasa bahagia itu hilang dan tergantikan dengan kekalutan. Tapi aku belajar dari kalian, walau terkadang apa yang aku pikirkan salah...
Sign up here with your email
EmoticonEmoticon