Teman,
sahabat, what d’mean ?
Lama-lama aku bosan mendengar kata-kata itu ?
Konyol ?
Aku bukan orang yang percaya tentang
pertemanan, bahkan aku sedikit banyak sudah menyelusupi kebencian pada hubungan
semacam itu.
“Teman saja tidak percaya ? apalagi yang
lebih-lebih ?”
Kalian boleh bertanya demikian, tapi apa
kalian tau apa arti teman yang berhasil aku tangkap dari cerita orang-orang
terdahulu.
Bagi ku, teman adalah dia yang akan mendengarkanmu,
menyimpan apa yang kamu katakan padanya. Walaupun kadang dia tidak mampu
memberikan jawaban, tapi kamu merasa puas dan lega setelah ada orang terpercaya
yang tahu beban mu saat ini. Teman adalah seseorang yang berpengaruh dalam
hidupmu, dimana saat engkau bertanya antara pilihan ‘a’ atau ‘b’ padanya, lalu
dia menjawab ‘b’ padahal yang lalu kamu memilih ‘a’ dan sekarang pikiranmu
terbagi. Teman adalah dia yang ketika kamu mendengar kabar buruk tentangnya,
rasa cemas langsung menyelinap di barisan otak mu. Teman adalah dia yang ketika
kasih sayangnya hilang dari mu, kamu akan merasa kehilangan, meskipun raga nya
saat ini berdekatan denganmu. Dan teman adalah dia yang mungkin tidak sesuai
dengan apa yang kamu inginkan tapi kamu mampu bersyukur telah memiliki teman
sepertinya dan kamu akan sangat keberatan untuk melepaskannya.
Begitulah kurang lebihnya aku mengartikan
teman dalam hidupku, mungkin terlalu tinggi atau terlalu rendah.
Sahabat ?
Ini apalagi, pengakuan tentang
sahabat-sahabat itu hanya pengobat dan pendoktrinan terhadap diriku sendiri. Agar
aku percaya dengan sahabat, status nya di hidup ku jauh lebih tinggi dibanding
teman, Sahabat adalah yang lahir batin ikhlas menjadi temanmu. Tak ada satupun
yang menjadikan dia berpisah darimu kecuali Allah.SWT . itu saja, karena bagi
ku ketika pertemanan benar-benar dijalani karena Allah.SWT semuanya akan terasa
ringan. Begitu ada konflik mereka tak akan habis larut dalam kebencian, mereka
akan saling merindukan walau hanya beberapa hari berpisah batinnya. Dan sebenarnya
inilah yang aku cari.
Tapi entah kenapa ? sampai sekarang aku belum
menemukan sosok seperti itu, atau mungkin sudah berjumpa dengannya tapi aku
tidak sadar dan aku belum mengakuinya. Atau mungkin diantara orang-orang yang
aku simpan namanya difolder sahabat dalam otak ku ternyata adalah sahabat yang
aku cari. Entahlah ? -_-
Aku sering sendirian memikirkan apa ada yang
salah di jiwa dan otak ku ?
Kenapa aku tidak mampu se simple mereka atau
mungkin kalian para pembaca, aku kesulitan menerima begitu saja lingkunganku. Aku
selalu berambisi untuk menjadi seseorang yang mampu memunculkan perubahan dan
kembali lagi, untuk melakukan sesuatu yang besar tentu saja tidak mampu kalau
sendirian. Pasti butuh teman, dan yang lebih pasti lagi butuh Allah.SWT . aku
kembali dalam pencarian kedalam diri, memang ada beberapa orang yang rasanya
merekalah yang aku cari. Tapi semakin aku percaya aku semakin takut akan
membebani hidup mereka kalau aku jelaskan semua, tidak sembarang orang TTL
kalau aku ajak bicara, banyak dari mereka mengirim kode ‘salah alamat’, bahkan
ketika sudah aku ajak bicara lebih jauh ada saja yang ‘RTO’. Tidak apa, selalu
aku katakan pada diriku sendiri. Aku sangat tak ingin membuat orang-orang yang
mengenalku kecewa, mungkin karena ini aku sering tidak ikhlas melakukan
sesuatu. Dan karena ini aku sering tidak tulus dalam pencarian seorang teman.
Tapi aku tak berani menyangkal bahwa memang
ada beberapa orang yang mempunyai teman bak bagian dari hidupnya, dan aku
mengakui itu.
Semoga kalian yang telah menemukannya, akan
tetap bersamanya. Dan kalian yang bernasib sama seperti ku (jarang) Good Luck
teman-teman ?...
:D :)
Sign up here with your email

EmoticonEmoticon