<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <!-- hanimaulisya_main_Blog1_1x1_as --> <ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-client="ca-pub-8462904462266240" data-ad-slot="1837331217" data-ad-format="auto"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>

Teman, Sahabat, Apa maksudnya ?



Teman, sahabat, what d’mean ?
Lama-lama aku bosan mendengar kata-kata itu ?
Konyol ?
Aku bukan orang yang percaya tentang pertemanan, bahkan aku sedikit banyak sudah menyelusupi kebencian pada hubungan semacam itu.
“Teman saja tidak percaya ? apalagi yang lebih-lebih ?”
Kalian boleh bertanya demikian, tapi apa kalian tau apa arti teman yang berhasil aku tangkap dari cerita orang-orang terdahulu.


Bagi ku, teman adalah dia yang akan mendengarkanmu, menyimpan apa yang kamu katakan padanya. Walaupun kadang dia tidak mampu memberikan jawaban, tapi kamu merasa puas dan lega setelah ada orang terpercaya yang tahu beban mu saat ini. Teman adalah seseorang yang berpengaruh dalam hidupmu, dimana saat engkau bertanya antara pilihan ‘a’ atau ‘b’ padanya, lalu dia menjawab ‘b’ padahal yang lalu kamu memilih ‘a’ dan sekarang pikiranmu terbagi. Teman adalah dia yang ketika kamu mendengar kabar buruk tentangnya, rasa cemas langsung menyelinap di barisan otak mu. Teman adalah dia yang ketika kasih sayangnya hilang dari mu, kamu akan merasa kehilangan, meskipun raga nya saat ini berdekatan denganmu. Dan teman adalah dia yang mungkin tidak sesuai dengan apa yang kamu inginkan tapi kamu mampu bersyukur telah memiliki teman sepertinya dan kamu akan sangat keberatan untuk melepaskannya.
Begitulah kurang lebihnya aku mengartikan teman dalam hidupku, mungkin terlalu tinggi atau terlalu rendah.
Sahabat ?
Ini apalagi, pengakuan tentang sahabat-sahabat itu hanya pengobat dan pendoktrinan terhadap diriku sendiri. Agar aku percaya dengan sahabat, status nya di hidup ku jauh lebih tinggi dibanding teman, Sahabat adalah yang lahir batin ikhlas menjadi temanmu. Tak ada satupun yang menjadikan dia berpisah darimu kecuali Allah.SWT . itu saja, karena bagi ku ketika pertemanan benar-benar dijalani karena Allah.SWT semuanya akan terasa ringan. Begitu ada konflik mereka tak akan habis larut dalam kebencian, mereka akan saling merindukan walau hanya beberapa hari berpisah batinnya. Dan sebenarnya inilah yang aku cari.
Tapi entah kenapa ? sampai sekarang aku belum menemukan sosok seperti itu, atau mungkin sudah berjumpa dengannya tapi aku tidak sadar dan aku belum mengakuinya. Atau mungkin diantara orang-orang yang aku simpan namanya difolder sahabat dalam otak ku ternyata adalah sahabat yang aku cari. Entahlah ? -_-
Aku sering sendirian memikirkan apa ada yang salah di jiwa dan otak ku ?
Kenapa aku tidak mampu se simple mereka atau mungkin kalian para pembaca, aku kesulitan menerima begitu saja lingkunganku. Aku selalu berambisi untuk menjadi seseorang yang mampu memunculkan perubahan dan kembali lagi, untuk melakukan sesuatu yang besar tentu saja tidak mampu kalau sendirian. Pasti butuh teman, dan yang lebih pasti lagi butuh Allah.SWT . aku kembali dalam pencarian kedalam diri, memang ada beberapa orang yang rasanya merekalah yang aku cari. Tapi semakin aku percaya aku semakin takut akan membebani hidup mereka kalau aku jelaskan semua, tidak sembarang orang TTL kalau aku ajak bicara, banyak dari mereka mengirim kode ‘salah alamat’, bahkan ketika sudah aku ajak bicara lebih jauh ada saja yang ‘RTO’. Tidak apa, selalu aku katakan pada diriku sendiri. Aku sangat tak ingin membuat orang-orang yang mengenalku kecewa, mungkin karena ini aku sering tidak ikhlas melakukan sesuatu. Dan karena ini aku sering tidak tulus dalam pencarian seorang teman.
Tapi aku tak berani menyangkal bahwa memang ada beberapa orang yang mempunyai teman bak bagian dari hidupnya, dan aku mengakui itu.
Semoga kalian yang telah menemukannya, akan tetap bersamanya. Dan kalian yang bernasib sama seperti ku (jarang) Good Luck teman-teman ?...
:D :)

First

Adsense